Senin, 10 Januari 2011

Belajar Memprogram atau Belajar Pemrograman ?

Salah satu produk termutakhir saat ini adalah komputer. Apabila kita berbicara mengenai komputer, kita tidak bisa terlepas dari peranan perangkat lunak (software) yang menjadi jantung dan jembatan penghubung antara pengguna (user) dan perangkat keras komputer itu sendiri. Tanpa perangkat lunak, komputer hanyalah sebuah barang elektronik yang tidak berguna. Jika kita telusuri lebih dalam lagi, ternyata sebuah perangkat lunak itu terdiri dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan digit biner. Namun berkat kemajuan pemikiran manusia sendiri, kode-kode tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa pemrograman yang mudah dimengerti dan mudah diingat.


Mempelajari teknik pemrograman tidaklah sesulit seperti yang kita bayangkan. Anggapan para calon programmer yang saat ini menganggap belajar pemrograman merupakan sesuatu yang sangat sulit adalah salah besar dan harus dihindari sejak dini, karena hal ini akan menyurutkan semangat dan menimbulkan sugesti yag kurang baik dalam proses pembelajarannya di kemudian hari. Dalam mempelajari teknik pemrograman diperlukan semangat dan motivasi yang tinggi, tetapi tidak cukup hanya itu, diperlukan juga suatu ketekunan, kesabaran serta semangat pantang menyerah, karena kita ketahui bersama di dunia ini tidak ada sesuatu yang instant, semuanya membutuhkan proses dan kerja keras, ibarat pepatah mengatakan “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Pepatah tersebut berlaku juga dalam proses pembelajaran teknik pemrograman, karena untuk menguasi suatu bahasa pemrograman dibutuhkan kerja keras yang sangat tinggi, namun jika kita telah menguasai suatu bahasa pemrogaman, kita akan merasa mudah untuk berpindah dari satu bahasa ke bahasa pemrogaman lainnya.

Selaku manusia yang dikaruniai akal dan kecerdasan, maka dalam mempelajari teknik pemrograman diperlukan suatu strategi yang jitu, sehingga proses pembelajaran akan semakin efektif.


Belajar memprogram sebenarnya adalah belajar berkomunikasi dengan sebuah perangkat, dalam hal ini adalah komputer. Untuk bisa berkomunikasi dengan perangkat tersebut, kita dituntut mempelajari bahasa komunikasi yang dimengerti perangkat tersebut, dalam hal ini adalah bahasa pemrograman. Jadi intinya, mempelajari teknik pemrograman adalah mempelajari bahasa pemrograman, meskipun para programmer professional mengatakan ” jangan mempelajari bahasa pemrograman, namun pelajarilah teknik pemrograman”, tetapi hal itu tidak berlaku di sini, seperti halnya dalam kehidupan manusia, jika sudah dapat berkomunikasi dengan menggunakan salah satu bahasa, maka teknik-teknik berkomunikasi tersebut akan dengan sendirinya mengikuti, dalam artian, sedikit-demi sedikit tujuan pembelajaran teknik pemrograman akan tercapai dengan mempelajari bahasa pemrograman.


Banyak pilihan bahasa pemrograman mana yang akan dipelajari, diantaranya C, C++, Pascal, Java, Basic, dan lain-lain. Setiap bahasa pemrograman memiliki prospek yang cerah dan memiliki reliabelitas yang tinggi. Namun disarankan untuk memilih bahasa pemrograman yang cenderung populer di masa kini, karena akan memudahkan dalam mencari referensinya di kemudian hari. Dalam hal ini disarankan menggunakan bahasa C, karena disamping banyak digunakan, referensinya pun banyak ditemukan di situs-situs internet.


Efesiensi proses pembelajaran akan tercapai jika pembelajaran dilakukan dengan melihat atau mempelajari contoh-contoh yang sudah ada, seperti apa yang dikatakan oleh Albert Einstein, yaitu : “proses pembelajaran hanya dapat dilakukan melalui contoh”. Pada tahap awal, hilangkan rasa malu untuk membuat progam “Hello World”, karena program ini merupakan modal dasar untuk terciptanya system perangkat lunak yang super kompleks. Intinya proses pembelajaran dimulai dari topik manajemen output, kemudian berlanjut ke manajemen input. Dalam hal ini dipelajari cara meminta dan membaca data masukan kemudian menampilkan data masukan tersebut sebagai output dari progam.


Berikutnya topik yang harus dikuasai setelah menguasai manajemen Input/Output adalah struktur penulisan program dalam suatu bahasa pemrograman secara umum. Kenali cara mendelarasikan variable, konstanta, dan struktur kode program secara umum. Walaupun dalam setiap bahasa pemrograman memiliki cara pendeklarasian program yang berbeda, namun pada dasarnya memiliki struktur yang sama. Sampai di sini, para calon programmer biasanya sudah memiliki kemampuan berkomunikasi dengan komputer, kalau dianalogikan manusia, bagaikan seorang anak yang sudah dapat berbicara namun belum mengenyam pendidikan TK. Untuk lebih memperdalam kemampuan, materi selanjutnya yang harus dikuasai adalah struktur pemilihan (selection). biasanya struktur ini terdiri dari dua jenis, yaitu “IF…Then..Else…” dan “Case…Of”. Struktur ini mutlak harus dikuasai oleh para calon programmer, karena setiap aplikasi yang akan dibuat tidak terlepas dari struktur pemilihan dan logika.


Dalam memprogram komputer, terdapat beberapa perintah yang diulang dengan tujuan tertentu. Missal untuk mendapatkan bilangan dari satu sampai dengan seribu, maka digunakan struktur perulangan. Pada pembelajaran struktur perulangan, seharusnya para programmer menikmati setiap contoh yang ada sekaligus mempelajarinya secara mendetail, karena struktu rini sangat menentukan efektifitas dan kecepatan program yang dibuat. Namun pada kenyataannya, para calon programmer mengalami kesulitan dalam mempelajari logika berpikir struktur perulangan itu sendiri, sehingga menimbulkan rasa malas. Hal ini seharusnya dapat diatasi dengan mempelajari contoh-contoh sederhana terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke contoh yang lebih kompleks lagi. Berbagai sumber referensi telah banyak tersedia di situs-situs internet.


Sebagai modal dasar untuk memprogram, sebenarnya pemahaman sampai dengan struktur perulangan sudah cukup memadai untuk bisa mengkomunikasikan maksud atau pemikiran kita kepada komputer. Namun untuk meningkatkan efisiensi program yang dibuat, sebaiknya dipelajari juga struktur sub program tau sering disebut sebagai prosedur dan fungsi.


Dengan melakukan pembelajaran seperti di atas, sebenarnya para calon programmer telah menguasai teknik dasar pemprograman, karena latihan-latihan yang dilakukan dalam mempelajari sintaks (cara penulisan) dan struktur dari suatu bahasa pemrograman, telah memaksa mereka untuk berpikir secara teknik.


Jika para calon programmer telah mengusai salah satu bahasa pemprograman komputer, baru pepatah “pelajarilah teknik pemrograman dan jangan mempelajari bahasa pemrograman” sepenuhnya berlaku. Sebenarnya pepatah itu agar tidak bersyarat harus diperbaiki menjadi “pelajarilah teknik pemrograman sambil mempelajari bahsa pemrograman”. Jika dianalogikan teknik pemrogrman dengan peluru, maka bahasa pemrograman itu adalah senapan. Senapan tanpa peluru bisa digunakan walaupun fungsinya tidak terlalu dominan muncul, karena masih dapat digunakan untuk membela diri. Tapi jika peluru tanpa senapan adalah sia-sia. Karena tidak ada yang dapat dilakukan dengan menggunakan peluru tanpa senapan. Teknik pemrogrman pada awalnya adalah pelengkap bahasa pemrograman, namun karena teknik pemrograman utnuk setiap bahasa pemrograman adalah sama, maka semakin ke sini paradigma tersebut berubah menjadi ” bahasa pemrograman adalah pelengkap teknik pemrograman”.

Terkadang para calon programmer sering terjebak dengan paradigm baru tersebut. Mereka hanya berkutat dengan buku-buku textbook yang terfokus pada teknik pemrograman, tanpa menghiraukan bahasa pemrograman itu sendiri. Jadi bagaikan “menegakan benang basah”, sampai kapanpun mereka akan mengalami kesulitan untuk memulai berkomunikasi dengan komputer. Inti dari pembelajaran suatu bahasa, baik itu bahasa manusia maupun bahasa komputer adalah praktek. Jadi intinya adalah membiasakan diri dengan menggunakan bahasa tersebut.

Sumber :

http://blog.yw.web.id/programming/belajar-memprogram-atau-belajar-pemrograman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar